]]>

« Home | Kisah Bulan dan Kapuk » | 8.30 AM » | Arbei Liar » | Meditasi » | Bocah Sunyi dan Rembulan » | Sebait SMS Rindu » | Sirkus kota Matahari » | Istana Saga »

Saturday, March 05, 2005

:Q & A

Dua bidadari yang senantiasa mengibas pasir tubuhku dengan sayapsayap mungilnya

[satu]
Aku menunggumu di tepi rimba
bersimpuh kaku pada hamparan remang
berkafan rajutan fraktalfraktal waktu yang lama kita sulam
Tlah kita siasati rentang petang yang kita teguk bersama
dan memuntahkan sendawa laknat yang menyamar
dalam dengus asap pekat dari perut kita
:Belum waktu bertolak

[dua]
Riak angin mati dentam
membeku dilangit yang tertutup debu abu
Tanah mendekap luka, angin menating desah,
Perduperdu liar menabik anggun,
Melandaikan jalan embun yang menetes dari jarijarinya
Tuntaskan sudah dahaga penghabisan

[tiga]
Dan kusibak rantingranting kemarau
Peluh pun melayang
terbang dalam kepak serangga hutan
Aku tetap menunggumu di tepi rimba
Dalam bebat hawa jingga


E-mail this post



Remember me (?)



All personal information that you provide here will be governed by the Privacy Policy of Blogger.com. More...

Add a comment

 

Bajangkirek adalah:



    Seorang wanita lesbian yang terjebak didalam tubuh seorang pria tampan. Saat ini sedang berusaha untuk tidak memusuhi senja. Percaya bahwa dirinya berasal dari sejenis serangga. Menulis baginya merupakan penyaluran libido.

    Contact:
    allan@hafied.org
  • Bajangkirek.multiply.com

Lindap Orthophera

Link